Apakah semua jenis air dapat digunakan sebagai pelarut waterbase paint ?

Pertanyaan ini sering kali muncul dalam diskusi-diskusi tentang aplikasi cat water based paint baik untuk wood coating maupun metal paint. Terutama bagi user yang baru mengenal bahan water based. Hal ini wajar sebab teknologi cat water based terutama untuk wood coating dan metal coating memang tergolong baru, sedangkan untuk cat tembok dan architectural coating lainnya teknologi bahan water based paint sudah lama dikenal, namun demikian jenis dan kualitas air yang tepat sebagai bahan pelarut atau bahan pengencet cat air sangat perlu dipahami.

Pada dasaarnya semua jenis air dapat digunakan sebagai bahan pelarut cet water based, namun ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum mengencerkan cat air baik itu untuk water based wood coating, metal coating maupun cat tembok.

Disarankan

  1. Gunakan air bersih yang tidak berwarna dan tidak berbau. Air keruh atau jika berwarna lainnya tentu saja akan mengganggu ketepatan warna hasil finishing. Sedangkan air yang berbau umumnya mengandung bakteri atau jamur kadar tinggi sehingga dapat menurunkan kwalitas hasil finishing.
  2. Sebaiknya gunakan air dengan PH normal (PH 7). air normal adalah air dengan PH 7 yaitu air yang tidak bersifat cenderung asam atau cenderung basa (alkali). Jenis air ini sangat tepat digunakan untuk pelarut cat air karena tidak mengganggu keseimbangan formulasi larutan cat maupun kualitas hasil akhir lapisan film cat.

Tidak disarankan !

  1. Jangan gunakan air garam atau air yang mengandung mineral tinggi lainya seperti air belerang, air dengan zat besi terlalu tinggi dll. Kandungan mineral tinggi yang di dalam air sebagai pelarut cat dikawatirkan dapat mengganggu keseimbangan formula dan karakter lapisan film cat.
  2. Jangan gunakan air kapur atau air yang bersifat alkali tinggi (PH 7+). Air alkali dapat menghambat pengenceran dan dispersi cat sehingga dapat menimbulkan cacat brush marking pada teknik aplikasi dengan kuas atau dapat pula menyebabkan cacat permukaan kulit jeruk pada teknik aplikasi semprot.
  3. Jangan gunakan air yang cenderung bersifat asam (PH <7). Air asam dapat menurunkan viscositas larutan cat dan mengganggu sifat reologi larutan cat. Hal ini dapat mengakibatkan cacat sagging (dlewer) pada hasil finishing akhir
Artikel ini mendapat rating 3 bintang dari total 434 orang responden
%d bloggers like this: