Solusi Mencegah Serangan Jamur pada Kayu Kelapa

foto jamur biru serta berbagai jamur substrate pada kayu kelapa

foto jamur biru serta berbagai jamur substrate pada kayu kelapa

kayu kelapa atau sering disebut Glugu dalam bahasa jawa memang sangat kuat dan indah jika digunakan sebagai material konstruksi bangunan atau panel dinding rumah, lantai kayu kelapa atau bahkan untuk furniture. Namun sayangnya jenis kayu kelapa ini cukup rentan terhadap serangan jamur dan serangan microbial pembusuk kayu lainnya. Disamping itu kayu kelapa juga rentan serangan berbagai jenis serangga kayu seperti kumbang bubuk kayu, rayap serta berbagai serangga kayu lainnya.

Berikut ini beberapa hal yang dapat kami sarankan untuk mengawetkan kayu khususnya solusi mengatasi serangan jamur serta dan microbial pembusuk pada kayu kelapa

Merendam kayu kelapa dalam larutan bahan anti jamur

  • Kami menyarankan anda menggunakan bahan anti jamur dan anti microbial untuk substrate kayu MICROCIDE 100EC yang mengandung bahan active methylene bis thiocyanate.
  • Bahan active ini effective bekerja untuk melindungi material kayu kelapa anda dari serangan jamur seperti jenis jamur blue/black stain, jamur kuping dan berbagai jenis jamur kayu lainnya. selain itu bahan active ini juga effective mencegah dan menghentikan proses pembusukan kayu yang sering terjadi pada kayu kelapa.
  • selain effective mencegah serangan jamur dan microbial pembusuk kayu, bahan ini telah di akui oleh badan lingkungan hidup amerika (US-EPA ) sebagai bahan anti jamur yang aman dan ramah lingkungan.
  • Idealnya bahan ini sebaiknya diaplikasikan dengan system mesin vacuum tekan, namun jika anda tidak memiliki mesin vacuum anda dapat merendamnya dengan komposisi larutan 1% (1 lt anti jamur ; 100lt air) cukup selama 20-30menit saja.
  • larutan anti jamur dan baktery ini dapat pula sekaligus dicampur dengan bahan anti serangga kayu PERMETRIN untuk mencegah serangga kayu kelapa seperti kumbang teter dll.

Gunakan bahan finishing yang tepat untuk melindungi substrate kayu kelapa yang anda gunakan.

  • Sebaiknya anda menggunakan bahan finishing yang memiliki karakter flesibilitas lapisan film yang dapat mengikuti pergerakan kembang susut kayu. Sebab serangan jamur kayu sering muncul pada susut-sudut sambungan kayu akibat dari pergerakan alami kayu yang mengakibatkan lapisan film cat atau coating retak rambut atau pecah, sehingga lapisan film coating tersebut gagal melindungi substrate dari kelembaban udara.
  • Bahan finishing seperti Melamin atau NC umumnya memiliki karakter lapisan film keras dan getas. Kami menyarankan bahan finishing kayu berbahan dasar air (Water based wood coating) yang secara umum memiliki lapisan film relative fleksibel dibandingkan dengan bahan finishing solvent based pada umumnya.
  • Anda dapat menggunakan bahan finishing Biocolour water based Acrylic system untuk konstruksi bangunan, dinding, flooring atau furniture interior maupun exterior dimana kondisi cuaca dan tingkat penggunaan biasa saja.
  • namun jika untuk bangunan pantai atau furniture dengan cuaca extrime seperti pantai tropis yang panas dan lembab serta bergaram kami menyarankan anda untuk menggunakan bahan finishing Biothane waterbased polyurethane wood coating
  • Biothane waterbased polyurethane wood coating juga cocok digunakan untuk finishing heavy duty seperti Decking, high traffic flooring, atau public space furniture seperti restoran, lobi hotel dll.

Tambahkan bahan pengawet film preservative pada bahan finishing yang anda gunakan.

system pemumpukan kayu yang benar untuk mencegah jamur

system pemumpukan kayu yang benar untuk mencegah jamur

  • Kami sarankan anda untuk menggunakan produk ROCIMA™ 363, bahan ini bekerja effective mencegah tumbuhnya jamur dan lumut pada permukaan lapisan cat atau coating yang anda gunakan pada saat kondisi kotor, lembab dan basah serta hujan.
  • Cara aplikasinya : tambahkan ROCIMA™ 363 kedalam larutan bahan finishing siap pakai (ready for used) dengan komposisi 0,5% s/d 3% dari total larutan bahan finishing.
  • ROCIMA™ 363 dapat dicampurkan dengan bahan finishing baik water based acrylic maupun bahan finishing solvent based seperti NC, melamin, dll.

 

Hal hal lain yang perlu diperhatikan adalah

  • Tempat penyimpanan atau gudang kayu sebaiknya cukup terbuka dengan aliran udara cukup dan mempunyai pelindung /atap.
  • Sawn timber atau log sebaiknya ditumpuk dengan system staking minimal 2,5 cm tergantung ketebalan kayu.
  • Menjaga MC kayu ideal sebelum diolah menjadi produk jadi seperti furniture, konstruksi, dinding maupun furniture, dll

demikian hal hal yang dapat dilakukan, mudah-mudahan artikel ini dapat berguna

 

Artikel ini mendapat rating 2 bintang dari total 268 orang responden
%d bloggers like this: